Adsorbsi Limbah Tekstil Sintetis Dengan Jerami Padi

Pendahuluan

  • Selama ini jerami belum banyak dimanfaatkan padahal jerami mempunyai banyak kegunaan. Salah satunya adalah sebagai penyerap (adsorbent) zat warna pada pewana tekstil karena struktur  dari jerami padi yang bersifat rongga (molecular sieves)
  • Zat warna tekstil mengandung logam berat yang sangat berbahaya yang merupakan komponen utama dalam limbah tekstil sehingga dalam pengolahannya perlu dikurangi atau bahkan dihilangkan.
  • Pada penelitian ini proses adsorbsi zat warna pada limbah tekstil dengan jerami padi dilakukan dengan cara spektrofotometri.

Pengertian

  • Adsorbent

Zat pengadsorbsi (adsorbent) adalah material yang sangat berpori. Daya adsorbsi disebabkan karena perbedaan energi potensial antara permukaan adsorben dengan zat yang diserap.

  • Karbon aktif

Karbon aktif paling sering digunakan sebagai adsorbent. Sifat umum karbon aktif antara lain:

  1. Berbentuk amorf
  2. Tidak berbau dan berasa
  3. Mempunyai daya serap yang tinggi
  • Limbah Cair Industri Textil

Limbah cair industri tekstil dihasilkan dari proses pengkanjian,penghilangan kanji,penggelantangan,pemasakan,pewarnaan,pencetakan,dan proses penyempurnaan.

  • Zat warna tekstil

Zat warna tekstil merupakan gabungan dari senyawa organik tidak jenuh,kromoform sebagai pembawa warna,dan auksoform sebagai pengaktif kerja kromoform dan pengikat antara warna dengan serat.

  • Pelaksanaan penelitian
  • Alat
  • Spektrofotometer
  • Timbangan
  • Kompor listrik
  • Peralatan gelas
  • Kertas saring
  • Blender
  • Bahan
  • Jerami padi
  • Zat warna tekstil
  • Larutan NAOH 2%
  • Karbon aktif

Cara kerja

  1. Persiapan Bahan Baku

Persiapan adsorben

Pengolahan jerami padi

2. Identifikasi Zat Warna

Pembuatan spektrum adsorbsi
Pengukuran kurva kalibrasi
Pengenceran limbah tekstil

3. Tahap Perendaman

Hasil Penelitian dan Pembahasan

  • Untuk memperoleh berat zat warna terserap diperlukan beberapa tahap,yaitu tahap pembuatan spektrum adsorbsi yang bertujuan untuk mengetahui panjang gelombang maksimum dari larutan standar yang berguna untuk pengukuran pada spektrofotometer selanjutnya.
  • Tahap selanjutnya adalah pembuatan kurva standar yang bertujuan untuk memperoleh larutan seri dengan konsentrasi tertentu,dan digunakan untuk membandingkan konsentrasi larutan sampel.
  • Dari persamaan yang diperoleh dibuat regresi linearnya sehingga akan diperoleh suatu persamaan untuk menghitung berat zat warna terserap.

Kesimpulan

  • Semakin lama waktu perendaman,maka proses adsorbsi berjalan lebih baik sehingga berat zat warna terserap lebih banyak.
  • Semakin kecil diameter adsorbent, maka proses adsorbsi berjaan lebih baik sehingga berat zat warna terserap semakin banyak.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: